Selasa, 07 Agustus 2012

Aku menangis di pergantian hari

Jul 25, '08 12:32 PM
for everyone

( Kenangan Untuk : Eddy Sindhu Widodo )


Agustus yang membuatku tegar
Lewat dini hari, akhirnya seseorang dari Subang datang
Dengan sirine,
Dengan keramaian orang kehilangan,
Mengiringi,
Menyambut tamu yang tak lagi bernyawa di dunia

Aku menangis di pergantian hari

Ketika itu bulan membundar
Menerpaku dengan sedikit mengigil

Kutahan seluruh rasa sedihku
Dan hanya memanggil-Nya yang memberi nafas,
Memberiku hidup,
Memberiku pengertian

Agustus yang membuatku menunduk sejenak
Saat pagi menjelang,
ketika akhirnya kudapat menatap wajahnya,
tersenyum, tenang, bahagia
Kupilih menangis di pergantian hari.

2 September 2004
@Kota tua kedinginan
Rana Wijaya Soemadi
reply edit delete

13 CommentsChronological   Reverse   Threaded
ikatorey wrote on Jul 25, '08
kata orang menangis itu manusiawi. tapi kenapa aku susah menangis? hah bingung. ajari aku menangis. :)
ayutyas wrote on Jul 25, '08
Ini cerita tentang siapa na..? Tentang Om-mu kah..? Jangan sedih ya..
bigayah wrote on Jul 25, '08
Susah menangis, Ka? Karena tidak pernah kau coba memaknai kesedihan. Ika terlalu sering menertawakan hidupmu sendiri, jadi lupa dengan harfiah dari menangis, terutama bagaimana memaknai kesedihan ^^ Peace!

Dan untuk puisinya Nana, di pergantian tahun sudah sepantasnya kita menangis, bukan berhura-hura alih-alih menyambut tahun yang baru. Dan melalui peristiwa ini, Nana sudah diajarkan dengan jelas memaknai kesedihan, memaknai tahun baru, dan memaknai kematian.
ninelights wrote on Jul 26, '08
ayutyas said
Ini cerita tentang siapa na..? Tentang Om-mu kah..? Jangan sedih ya..
Iya..Omku Almarhum..He's so meaning for our family..jadi Nana ngeposting ini buat mengenangnya..buat menghormatinya..:-)..gpp kok Yu..:-)makasih ya..
ninelights wrote on Jul 26, '08
ikatorey said
kata orang menangis itu manusiawi. tapi kenapa aku susah menangis? hah bingung. ajari aku menangis. :)
Mungkin karena Ika suka memendam kesedihan dan mengungkapkannya lewat tawa..semua orang beda kok Ka..jadi nggak harus takut untuk jadi nggak bisa menangis..maybe someday you'll be..
bigayah wrote on Jul 26, '08
Mungkin karena Ika suka memendam kesedihan dan mengungkapkannya lewat tawa..
Benar! Yang pasti karena Ika itu terlalu gengsi untuk meneteskan airmata. Hwehehe... *kabur dari tendangan Ika*
ninelights wrote on Jul 26, '08, edited on Jul 26, '08
bigayah said
Dan untuk puisinya Nana, di pergantian tahun sudah sepantasnya kita menangis, bukan berhura-hura alih-alih menyambut tahun yang baru. Dan melalui peristiwa ini, Nana sudah diajarkan dengan jelas memaknai kesedihan, memaknai tahun baru, dan memaknai kematian.
I learn a lot from the past..Tuhan telah mengkonsep pikiranku*Ayu pasti bilang, opo kuwii??hwehwehwe* menjadi dewasa sebelum waktunya..banyak hal terjadi..tapi, Pak..kematian Omku indah kok..meski orang lain menangis sejadi-jadinya, aku tersenyum, karena melihat wajahnya tersenyum bahagia..bener-bener bahagia..
just try to respect him..karena dia aku bisa seperti ini*meski majunya belum jauh-jauh banget*..he's my idol..and I wanna remember him, forever..
Semoga beliau tenang di atas sana..Terima kasih Om, akan petuah sederhanamu..Hope I can reach it, someday..:-)
PS:Mas Kikitku sayang, bukan tahun, tapi hari..*hwehwe, sun dulu baru kabur..hihihi*(yang lain dilarang cemburu,hahahaha!)
ninelights wrote on Jul 26, '08
bigayah said
Benar! Yang pasti karena Ika itu terlalu gengsi untuk meneteskan airmata. Hwehehe... *kabur dari tendangan Ika*
Biarkan saja Pak..Orang beda dalam mengungkapkan perasaannya..Mungkin sebenarnya Ika bisa saja sedih..mungkin hatinya sangat sakit..mungkin hatinya yang mewakili tangisnya dalam hati..atau mungkin juga, dia belum melewati hal-hal berat dalam hidupnya, seperti saya..seperti Bapak..seperti orang lain..karena mungkin belum saatnya dia menangis..
bigayah wrote on Jul 26, '08
Lho? bener kan menyambut tahun yang baru walau secara harfiah kita hanya melewati satu hari untuk mendapati bahwa kita berada di tahun yang baru. Hayo, mau ngomong apa lagi? Hehehe!

Hush! Jangan gitu ah! Gak enak dilihat orang... ^^; *sambil menutup layar*

Keberartian seseorang harus tetap dilandasi sebuah tonggak kesadaran bahwa tiada yang dapat membuat seseorang menjadi berarti kecuali ALLAH telah memberikan jalan kepada orang tersebut agar dapat menjadi berarti untuk kita. Jadi intinya, tetap buka alam bawah sadar di atas kesadaranmu *ngomong muter-muter gak jelas*
ninelights wrote on Jul 26, '08
@mas kikit: kasih daaaah..hwehwe..Omku adalah contoh seorang anak yang berbakti, seorang ayah yang dicintai, seorang suami yang mencintai, seorang pemimpin yang bertanggung jawab, seorang manusia yang taat beribadah dan menyerahkan segala ketidakberdayaannya, segala hal yang ada di dunianya, segala apa yang dia lupa dan dia cintai, kepada yang menentukan hidup dan matinya..
*Jadi teringat dulu saat menunggu jasadnya datang ke kota Kendal, malam ku rasa seperti malam Idul Fitri..hening, sejuk, tentram..tiada ada daun yang bergerak..hanya menunduk..mengilhami Tuhan Sang Pemilik Segala..*
bigayah wrote on Jul 26, '08
Subhanallah, dari deskripsi Nana saja aku dapat membayangkan sosok beliau yang penuh kharisma. InsyaAllah beliau akan damai dan tenteram di sisi ALLAH Swt., Na...
ikatorey wrote on Jul 29, '08
bigayah said
Benar! Yang pasti karena Ika itu terlalu gengsi untuk meneteskan airmata. Hwehehe... *kabur dari tendangan Ika*
enggak gengsi. emang susah aja. besok deh belajar dari mas kikit. :)
ninelights wrote on Aug 6, '08
ikatorey said
enggak gengsi. emang susah aja. besok deh belajar dari mas kikit. :)
Kapan terakhir nangis, ka..?
  





Tidak ada komentar:

Posting Komentar